<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>[[ANGKASA RIANG]]</title>
	<atom:link href="http://elzam.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://elzam.wordpress.com</link>
	<description>Tempat untuk jujur berkata-kata, untuk riang mengangkasakan kata-kata</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Mar 2009 09:13:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='elzam.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>[[ANGKASA RIANG]]</title>
		<link>http://elzam.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://elzam.wordpress.com/osd.xml" title="[[ANGKASA RIANG]]" />
	<atom:link rel='hub' href='http://elzam.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Coming Soon, &#8220;Majalah Annida Reinkarnasi ke Virtual&#8221;</title>
		<link>http://elzam.wordpress.com/2009/03/19/coming-soon-majalah-annida-reinkarnasi-ke-virtual/</link>
		<comments>http://elzam.wordpress.com/2009/03/19/coming-soon-majalah-annida-reinkarnasi-ke-virtual/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 09:13:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elzam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elzam.wordpress.com/2009/03/19/coming-soon-majalah-annida-reinkarnasi-ke-virtual/</guid>
		<description><![CDATA[Annida Virtual<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elzam.wordpress.com&amp;blog=5194166&amp;post=39&amp;subd=elzam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_38" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-38" title="annida" src="http://elzam.files.wordpress.com/2009/03/annida.jpg?w=497" alt="Coming Soon, Annida Cetak Reinkarnasi ke Virtual"   /><p class="wp-caption-text">Coming Soon, Annida Cetak Reinkarnasi ke Virtual</p></div>
<p>Tahukah Teman’s?  •	Hanya 8 persen dari kebutuhan industri kertas kita disuplai oleh HTI (Hutan Tanaman Industri), sisanya 92 persen berasal dari illegal logging!! •	Setiap tahunnya luas hutan Indonesia yang hilang sama dengan luas Pulau Bali kita. •	Satu rim kertas menghabiskan sebatang pohon berusia minimal 5 tahun. Untuk kertas berkualitas baik diperlukan campuran sebatang pohon berkayu keras dan sebatang pohon berkayu lunak. •	Kebutuhan kertas kita 2 kali lipat dari persediaan yang tersedia secara legal. •	Suatu lahan pepohonan kayu keras setinggi 4 kaki panjang 4 kaki dan lebar 8 kaki dapat menghasilkan  1000-2000 pon kertas atau 1/2-1 ton kertas atau 942.100 halaman buku atau 4.384.000 perangko atau 2700 eksemplar koran. •	Jika kita menghemat 1 ton kertas, berarti kita juga menghemat 13 batang pohon besar, 400 liter minyak, 4100 Kwh listrik dan 31.780 liter air.  Nah, sekarang Annida Go Green, Mulai Juli 2009 mendatang Annida tidak lagi menjumpai pembaca dari Sabang sampai Papua, dari Malaysia sampai Amerika&#8230;  Hohoho, dunia sastra alias literasi Indonesia (cieee) bakal kehilangan dunk??  La tahzan&#8230;. Annida tetap hadir: lebih bijak, lebih canggih dan lebih waah!!! Segera Annida bereinkarnasi menjadi Annida virtual melalui www.Annida-online.com.   Annida akan menjadi website berita literasi dengan fitur yang tak kalah oke dari versi cetak. Nantinya, akan menyapa pembaca dengan update setiap hari. Jadi kamu bisa tahu semua tentang gosip sahih selebnya literasi kayak penulis, buku baru, acara oke, dan sebagainya. Annida virtual akan menjangkau kabar literasi Indonesia dan luar negeri juga. Dilengkapi dengan AIMB Annida Indie Movie Box (AIMB), Annida News Box (ANB), Annida Book’s Store (ABS), Annida Broadcasting, dan tentunya rubrik yang masih tetap khas Nida, tempat pecinta literasi Indonesia memajang karya-karya mereka, baik puisi, cerpen, cerbung, serial, dan non fiksi lainnya.  Annida juga akan rutin menggelar workshop penulisan dan broadcasting. Hehm, penasaran kan gimana debut Annida mutakhir ini? Kamu bisa berpartisipasi dengan mengirimkan berita literasi kampus, sekolah, komunitas, dan penerbitan buku untuk tampil di Annida virtual. Misalnya seminar, launching/bedah buku, pelatihan jurnalistik, etc. Bentuknya bisa video dan berita tertulis dan tetap akan mendapatkan honor sesuai bobot karya. Mulai sekarang kamu bisa kirim karyamu. Bisa melalui majalah_annida@yahoo.com atau ada_elzam@yahoo.com.   So, nantikan launchingnya ya&#8230;</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elzam.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elzam.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elzam.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elzam.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/elzam.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/elzam.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/elzam.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/elzam.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elzam.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elzam.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elzam.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elzam.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elzam.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elzam.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elzam.wordpress.com&amp;blog=5194166&amp;post=39&amp;subd=elzam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elzam.wordpress.com/2009/03/19/coming-soon-majalah-annida-reinkarnasi-ke-virtual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/035ec9b57eaca5c62de62bd9b4fa991f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">elzam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://elzam.files.wordpress.com/2009/03/annida.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">annida</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Balajar dari Santiago</title>
		<link>http://elzam.wordpress.com/2009/01/21/balajar-dari-santiago/</link>
		<comments>http://elzam.wordpress.com/2009/01/21/balajar-dari-santiago/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 09:10:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elzam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bagus]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elzam.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Dimuat di KPO Bali Edisi 160, 16 &#8211; 30 September 2008 Judul : The Old Man and The Sea Penulis : Ernest Hemingway Penerjemah : Dian Vita Ellyati Penerbit : Selasar Publishing, Surabaya Cetakan : I, April 2008 Tebal ii + 132 Halaman Peresensi : Edy Firmansyah Karya sastra adalah disiplin yang paling lekat dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elzam.wordpress.com&amp;blog=5194166&amp;post=32&amp;subd=elzam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dimuat di <strong>KPO Bali </strong>Edisi 160, 16 &#8211; 30 September 2008</p>
<p><em>Judul : The Old Man and The Sea </em><em><br />
Penulis : Ernest Hemingway<br />
Penerjemah : Dian Vita Ellyati<br />
Penerbit : Selasar Publishing, Surabaya<br />
Cetakan : I, April 2008<br />
Tebal <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mad.gif' alt=':x' class='wp-smiley' /> ii + 132 Halaman</em></p>
<p style="margin-bottom:0;"><em>Peresensi : Edy Firmansyah<br />
</em><br />
<strong>Karya</strong> sastra adalah disiplin yang paling lekat dengan kehidupan manusia. Sebab sastra berurusan langsung dengan kepercayaan, harapan, dan simpati manusia. Sehingga manusia dengan segala keperkasaan dan kerapuhannya mampu dilukiskan dengan baik dan memikat. Tak heran mengulang-ulang membaca karya sastra selalu mendatangkan inspirasi baru. Sebagaimana membaca Novel berjudul <em>The Old man And The Sea</em> ini.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
Novel ini adalah karya utama (masterpiece) Ernest Hemingway, penulis kelahiran Illionis, Chicago, yang telah banyak menyita perhatian dunia. Karya ini berhasil memenangi hasih pulitzer tahun 1953 untuk kategori fiksi. Ia juga memperoleh Award of Merit Medal for Novel dari American Academy of Letters pada tahun yang sama. Yang paling bergengsi, ia memperoleh Nobel Sastra tahun 1954 untuk keahlian luar biasanya pada seni narasi dan untuk pengaruh yang telah dihasilkan atas gaya penulisan kontemporer.</p>
<p style="margin-bottom:0;"><a rel="nofollow" name="BLOGGER_PHOTO_ID_5248738922903013938"></a><br />
Kisah <em>The Old man And The Sea</em> memang inspirasional. Ada kebersahajaan, kesabaran, kekuatan hati serta semangat yang tak pernah menyerah pada keadaan. Kisah nelayan tua bernama Santiago yang telah berhari-hari bertarung mendapatkan ikan Marlin benar-benar menyentuh. Santiago, seperti hendak menantang anasir Soren Kierkegaard, seorang filsuf asal Denmark yang menyatakan bahwa hal yang paling ditakuti manusia sebenarnya adalah mengalahkan diri sendiri dan melakukan perubahan radikal dalam hidup.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
Pantas jika cerita yang pertama kali muncul sebagai bagian dari majalah Life edisi I September 1952 ini langsung menuai sukses besar. Majalah tersebut melejit luar biasa. Dalam dua hari 5,3 juta eksemplar majalah itu ludes terjual.</p>
<p style="margin-bottom:0;"><a rel="nofollow" name="BLOGGER_PHOTO_ID_5248739153960359506"></a><br />
Cerita ini dibuka dengan narasi lelaki tua bernama santiago yang telah melaut selama 84 hari tetapi tanpa berhasil menangkap seekor ikanpun. Pada 40 hari pertama sebenarnya Santiago ditemani seorang bocah bernama Manolin. Tetapi setelah 40 hari tidak mendapatkan hasil, Manolin dilarang orang tuanya untuk berlayar dengan Santiago. Sebab dalam masyarakat nelayan pantang berlabuh tanpa membawa hasil. Nelayan yang demikian akan divonis salao, yakni sebutan untuk nelayan yang dianggap sial seumur hidupnya.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
Namun Manolin tidak peduli dengan tudingan masyarakat tentang Santiago. Anak laki-laki gubuk itu setiap malam selalu setia membantu Santiago menarik peralatan pancing, memberinya makan dan mendiskusikan baseball—terutama idola santiago, Joe DiMaggio.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
Sedangkan Santiago juga tak terlalu ambil pusing dengan vonis salao itu. Bahkan olok-olok anak-anak muda disekitarnya sebagai orang tua yang aneh ditanggapi dingin. Ia tidak marah. Karena ia mengerti jiwa anak muda. Lagipula tak ada orang lain yang bisa meraba kemampuan manusia kecuali dirinya sendiri, begitu falsafah hidupnya.</p>
<p style="margin-bottom:0;"><a rel="nofollow" name="BLOGGER_PHOTO_ID_5248739400121567746"></a><br />
Falsafah itulah yang kemudian membuatnya nekat menjelajahi selat untuk memancing seorang diri. Dengan satu keyakin bulat dalam dirinya; bahwa nasib sial yang dituduhkan masyarakat akan berakhir. Bahkan falsafah tersebut mirip ungkapan Thomas Alfa Edison, penemu lampu pijar, bahwa keberhasilan berasal dari satu persen bakat dan sembilan puluh sembilan persen kerja keras.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
Di tengah laut Santiago berhasil menangkap seekor ikan Marlin yang besar dan kuat. Berhari-hari ia berjuang menaklukkan ikan tersebut seorang diri. Dikerahkan semua kemampuannya, semua pengalamannya dengan penuh kesabaran. Dengan gaya naratif Ernest hemingway yang begitu kuat, pembaca seakan-akan berada disamping Santiago dan merasakan sendiri kesepian, penderitaan dan kesendirian di tengah laut.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
Membaca kisah ini mengingatkan kita pada kisah pewayangan, Mahabharata. Dalam salah satu riwayat dikisahkan seorang raja muda bernama bambang Ekalaya yang marah dan sakit hati kepada Arjuna (dari Pandawa) karena Arjuna telah secara kurang ajar menggoda istri Bambang Ekalaya yang bernama Dewi Anggraini sewaktu dalam perjalanan menuju Hastina.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
Bambang Ekalaya tahu Arjuna tidak pernah terkalahkan dalam menguasai ilmu panah. Untuk bisa membalas sakit hatinya, untuk bisa menandingi Arjuna, tidak ada cara lain kecuali berguru pada yang melatih Arjuna, yakni Pendeta Durna. Sayangnya Pendeta Durna sudah bersumpah tidak boleh menerima murid selain dari keluarga hastina dan Pandawa. Dengan kata lain, Pendeta Durna menolak menerima Bambang Ekalaya sebagai murid.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
Tentu saja Bambang Ekalaya kecewa berat. Namun terdorong rasa dendam yang membara, ia kemudian masuk hutan dan membuat patung dari kayu yang menyerupai Pendeta Durna. Patung itu yang kemudian dianggap sebagai guru-nya. Ia memperlakukan patung itu sebagai guru yang sesungguhnya. Patung itu disembah, dipuja, diberi makan seperti orang memberi sesaji dan dimintai doa restu tiap kali Bambang Ekalaya belajar memanah. Hasilnya? Luar biasa.<br />
Dalam kisah itu diriwayatkan, ilmu memanah Ekalaya tidak kalah dengan ilmu memanah Arjuna. Mereka setara. Bahkan dalam sebuah pertarungan Arjuna nyaris tewas oleh panah Ekalaya. Memang akhirnya Bambang Ekalaya menemui ajal. Tetapi bukan karena kehebatan panah Arjuna, melainkan tipu muslihat Bathara Krisna.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
Bagaimana nasib Santiago? Memang Santiago tidak sesial Ekalaya. Benar memang ia tidak berhasil membawa ikan marlin itu utuh ke daratan. Karena ikan tersebut diserang hiu. Tapi kerangka ikan yang masih menyangkut dikailnya sudah cukup memberikan bukti betapa kemampuan manusia tidak bisa diprediksi hanya dengan melihat bentuk fisiknya saja. Sebagaimana kata Pramoedya Ananta Toer dalam Novelnya Bumi Manusia; &#8220;Jangan anggap remeh si manusia, yang kelihatannya begitu sederhana; biar penglihatanmu setajam elang, pikiranmu setajam pisau cukur, perabaanmu lebih peka</p>
<p style="margin-bottom:0;">dari para dewa, pendengaran dapat menangkap musik dan ratap-tangis kehidupan; pengetahuanmu tentang manusia takkan bakal bisa kemput( baca: sempurna).</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<strong>TENTANG PENULIS<br />
**Edy Firmansyah</strong> adalah Pustakawan di Sanggar Bersastra Kita (SBK), Madura. Peneliti pada <strong>IRSOD</strong> (<em>Institute of Reaseach Social Politic and Democracy</em>). Alumnus Kesejahteraan Sosial Universitas Jember.  <img class="alignright size-full wp-image-33" title="the-old-man-and-the-sea" src="http://elzam.files.wordpress.com/2009/01/the-old-man-and-the-sea.jpg?w=497" alt="the-old-man-and-the-sea"   />
<a href='http://elzam.wordpress.com/2009/01/21/balajar-dari-santiago/the-old-man-and-the-sea/' title='the-old-man-and-the-sea'><img data-attachment-id='33' data-orig-size='280,280' data-liked='0'width="5" height="5" src="http://elzam.files.wordpress.com/2009/01/the-old-man-and-the-sea.jpg?w=5&#038;h=5" class="attachment-thumbnail" alt="the-old-man-and-the-sea" title="the-old-man-and-the-sea" /></a>
<a href='http://elzam.wordpress.com/2009/01/21/balajar-dari-santiago/the-old-man-and-the-sea1/' title='the-old-man-and-the-sea1'><img data-attachment-id='35' data-orig-size='400,586' data-liked='0'width="5" height="8" src="http://elzam.files.wordpress.com/2009/01/the-old-man-and-the-sea1.jpg?w=5&#038;h=8" class="attachment-thumbnail" alt="the-old-man-and-the-sea1" title="the-old-man-and-the-sea1" /></a>
</p>
<br />Posted in Artikel Bagus Tagged: Sastra dunia <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elzam.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elzam.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elzam.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elzam.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/elzam.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/elzam.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/elzam.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/elzam.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elzam.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elzam.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elzam.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elzam.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elzam.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elzam.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elzam.wordpress.com&amp;blog=5194166&amp;post=32&amp;subd=elzam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elzam.wordpress.com/2009/01/21/balajar-dari-santiago/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/035ec9b57eaca5c62de62bd9b4fa991f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">elzam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://elzam.files.wordpress.com/2009/01/the-old-man-and-the-sea.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">the-old-man-and-the-sea</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://elzam.files.wordpress.com/2009/01/the-old-man-and-the-sea.jpg?w=5" medium="image">
			<media:title type="html">the-old-man-and-the-sea</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://elzam.files.wordpress.com/2009/01/the-old-man-and-the-sea1.jpg?w=5" medium="image">
			<media:title type="html">the-old-man-and-the-sea1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gelap</title>
		<link>http://elzam.wordpress.com/2009/01/09/gelap/</link>
		<comments>http://elzam.wordpress.com/2009/01/09/gelap/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 11:51:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elzam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cuap-cuap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elzam.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Pada setiap renungan, hatiku berderai Engkau, tolong cerai beraikan hamba dari seringai Menuju jiwa tampa rinai Ataukah aku Insani tampa kalbu Debu Posted in Cuap-cuap<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elzam.wordpress.com&amp;blog=5194166&amp;post=28&amp;subd=elzam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada setiap renungan, hatiku berderai<br />
Engkau, tolong cerai beraikan hamba dari seringai<br />
Menuju jiwa tampa rinai</p>
<p>Ataukah aku<br />
Insani tampa kalbu</p>
<p>Debu</p>
<br />Posted in Cuap-cuap  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elzam.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elzam.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elzam.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elzam.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/elzam.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/elzam.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/elzam.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/elzam.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elzam.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elzam.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elzam.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elzam.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elzam.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elzam.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elzam.wordpress.com&amp;blog=5194166&amp;post=28&amp;subd=elzam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elzam.wordpress.com/2009/01/09/gelap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/035ec9b57eaca5c62de62bd9b4fa991f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">elzam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dasar, Copet Sialan!!!</title>
		<link>http://elzam.wordpress.com/2008/11/13/jakarta-oh-jakarta-part-2/</link>
		<comments>http://elzam.wordpress.com/2008/11/13/jakarta-oh-jakarta-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 09:19:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elzam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Ikhlas saja...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elzam.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Hari yang cukup membuat aku tak bergairah untuk berbuat apa-apa. Dia meninggalkanku untuk selama-lamanya. Setelah hampir setahun menemaniku dan menjadi bagian yang nyaris 24 jam tak pernah beranjak. Tiba-tiba dia pergi tampa pamit, menghilang di tengah kebutuhanku padanya tak pernah berkurang. Jakarta telah merampasnya, dan itu karena busway sialan itu. Hiks&#8230; kenapa semua yang dekat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elzam.wordpress.com&amp;blog=5194166&amp;post=23&amp;subd=elzam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari yang cukup membuat aku tak bergairah untuk berbuat apa-apa. Dia meninggalkanku untuk selama-lamanya. Setelah hampir setahun menemaniku dan menjadi bagian yang nyaris 24 jam tak pernah beranjak. Tiba-tiba dia pergi tampa pamit, menghilang di tengah kebutuhanku padanya tak pernah berkurang.</p>
<p>Jakarta telah merampasnya, dan itu karena busway sialan itu. Hiks&#8230; kenapa semua yang dekat denganku selalu berakhir di busway?</p>
<p>Ceritanya ketika itu libur, jadilah aku ngenet dekat kost-an. Menengok kabar teman-teman dengan berchat ria dan registrasi tes CPNS BPK. Eh, lagi asyik-asyiknya coba-coba nge-print  &#8211;yang waktu itu error&#8211; sama Mbak Operator, Mbak Astrid. Ardhi, temanku nelpon ngajak ketemuan sekalian ngembaliin dvd yang ia pinjem. Sebenarnya aku udah males buat keluar (jauh-jauh dan naik angkutan gitu maksudnya). Tapi kayaknya dia memelas banget karena Seninnya mau ke Surabaya katanya.</p>
<p>Ya, udah. Kita janjian ketemu di Plangi (Plaza Semanggi). So, buru-buru cuci muka lagi coz Jakarta neh emang bikin wajah cepet lengket ke kost-an dan ganti baju. Seperti biasa, aku melaju ke Plangi naik busway. Angkutan rakyat yang lumayan adem, meski berdesak-desak. Aku nggak lupa ngajak sohibku dong, karena emang dia selalu kemana-mana ikut. Lagipula aku bisa kelabakan jika dia nggak ada, semacam asisten atau apalah ya? Pokoknya dia jadi modal juga kalau-kalau aku bingung soal Jakarta, lewat dia paling tidak temanku yang lain bisa ngasih info. Maklum, baru beberapa bulan di Jakarta.</p>
<p>Di busway, Ardhi beberapa kali nelpon. Juga Awan yang satu kost-an denganku. Wew, dari shelter Sumber Waras Grogol aku sih udah nggak nyaman. Habis rame banget, jadi aku bilang aja, &#8220;ntar aku telpon balik, <span style="font-style:italic;">Yuk</span>. lagi di busway neh,&#8221; pas Ayuk As (Mbak-ku) di Bandung nelpon soal dia yang mau nyari kacamata <span style="font-style:italic;">minus. </span>Dari shelter Harmoni malah bikin aku puyeng, empat cewek centil katawa cekakak-cekikik tampa peduli orang lain. Aku tuh pusing banget tahu, ama orang yg ngomong kencang, ngomingin jorok juga kayaknya. <span style="font-style:italic;">Astaghfirullah,</span> cewek kok ngomong &#8220;salome&#8221;, apa coba? Makanya aku beringsut menjauh ke arah pintu. Lagipula aku udah mau turun di Bendungan Hilir alias Benhil. Hujan masih saja rinai-rinai setelah sempat menderas. Terakhir Si Awan nelpon, HP-pun aku masukkan ke saku depan. Emang biasa aku bergantian taruh di tas atau di saku.</p>
<p>Halte Benhil, sampe. Aku turun. sempat kulirik sosok lelaki berjenggot tipis bekas cukuran melihatku, berperawakan sedang. Ngapain emang? Ah, bodoh amat.</p>
<p>Ya Allah, pas meraba saku celana, ponselku mana? 6120 Clasic yang cakep berbalut bungkus kulit itu? Aku panik dan memastikan di semua kantong. Nihil&#8230;. Di tas? Aku cari-cari sampai duduk di bangku halte. Masih tak nampak batang hidung temanku itu.</p>
<p>Positif, aku dicopet. Siapa yang tega banget itu? Aku tak bisa menduga.  Mana gerimis belum reda lagi. Mana aku belum tahu Semanggi gimana ngedatanginnya? Beberapa kali aku ke Plangi kan berdua, terus gak dari Benhil. Maksudnya tadi nanya ke Ardhi lewat mana, katanya sih dekat, bisa jalan. Cuma kepalang pusing, aku udah lemas. Naik deh ojek, mana becek lagi masuk gang-gang. Berapa sodara aku bayar? Rp 10 rebu. Padahal dekat amat ya?</p>
<p>Di Plagi. Ardhi di mana? Orang Plangi luas banget. Gila aku gak megang nomor siapa-siapa. Cari wartel, nggak tahu, Akhirnya aku nanya ke satpam. &#8220;Wah, wartel jauh, tuh diujung sana,&#8221; ujarnya menunjuk yang aku puntak tau dimana. Kuceritakan masalahku, mereka nampak prihatin dan tak bisa membantu banyak. Setelah bertanya-tanya berulangkali, di lantai dua ada wartel ternyata. Aku pencet 108 buat nanyain telpon kantor Awan, dia lagi dikantor. Yee, gak tau tuh mbak 108, kantor ku juga gak tahu, payaaah. Bingung, mau nelpon siapa lagi/</p>
<p>Yup, aku buka aja dompet dan melihat kartu nama temanku. Untung ada yang kenal Awan, so kuhubungi Si Eka yang juga anak Bengkulu. Dapet deh, dan aku dapet juga nomor Ardhi, kita langsung teleconference. Dia lagi di Cup n Cino, bingung nunggu aku.</p>
<p>Yaa, meluncur aku ke sana, dengan cerita menyedihkan. Dan akhirnya, abis gajian aku gantikan 6120 C yang harganya masih 2 jutaan lebih itu dengan N 1200. Aku nggak punya duit lagi buat beli yang lebih keren.</p>
<p>Gak papa deh. Kalo rejeki, nanti kan dapet yang lebih baik lagi. Insya Allah.</p>
<br />Posted in Uncategorized Tagged: Ikhlas saja... <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elzam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elzam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elzam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elzam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/elzam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/elzam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/elzam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/elzam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elzam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elzam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elzam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elzam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elzam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elzam.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elzam.wordpress.com&amp;blog=5194166&amp;post=23&amp;subd=elzam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elzam.wordpress.com/2008/11/13/jakarta-oh-jakarta-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/035ec9b57eaca5c62de62bd9b4fa991f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">elzam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Matematika Abad 22</title>
		<link>http://elzam.wordpress.com/2008/10/27/matematika-abad-22/</link>
		<comments>http://elzam.wordpress.com/2008/10/27/matematika-abad-22/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 09:18:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elzam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elzam.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Matematika Abad 22 &#8212;&#8212;&#8212; Persamaan 1 Manusia = makan + tidur + kerja + hura-hura Keledai = makan + tidur Maka, Manusia = Keledai + kerja + hura-hura Maka, Manusia &#8211; hura-hura = Keledai + kerja Maka, Manusia yang tidak tau hura-hura = Keledai yang bekerja / Kerja seperti Keledai ============ ========= ========= ========= ========= [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elzam.wordpress.com&amp;blog=5194166&amp;post=16&amp;subd=elzam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"> Matematika Abad 22<br />
&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Persamaan 1<br />
</span></strong><br />
Manusia = makan + tidur + kerja + hura-hura<br />
Keledai = makan + tidur<br />
<em><span style="text-decoration:underline;">Maka,<br />
</span></em>Manusia = Keledai + kerja + hura-hura<br />
<span style="text-decoration:underline;"><em>Maka,<br />
</em></span>Manusia &#8211; hura-hura = Keledai + kerja<br />
<span style="text-decoration:underline;"><em>Maka,<br />
</em></span>Manusia yang tidak tau hura-hura = Keledai yang bekerja / Kerja seperti Keledai</p>
<p>============ ========= ========= ========= ========= ===</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Persamaan 2<br />
</span></strong><br />
Pria = makan + tidur + cari duit<br />
Keledai = makan + tidur<br />
<span style="text-decoration:underline;"><em>Maka,<br />
</em></span>Pria = Keledai + cari duit<br />
<span style="text-decoration:underline;"><em>Maka,<br />
</em></span>Pria &#8211; cari duit = Keledai<br />
<em><span style="text-decoration:underline;">Maka,<br />
</span></em><strong>Pria yang tidak tau <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">cari duit</span> = Keledai</strong></p>
<p>============ ========= ========= ========= ========= ====</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Persamaan 3</span></strong></p>
<p>Wanita = makan + tidur + belanja &amp; habisin duit<br />
Keledai = makan + tidur<br />
<em><span style="text-decoration:underline;">Maka,<br />
</span></em>Wanita = Keledai + belanja &amp; habisin duit<br />
<em><span style="text-decoration:underline;">Maka,</span></em><br />
Wanita &#8211; belanja &amp; habisin duit = Keledai<br />
<span style="text-decoration:underline;"><em>Maka,<br />
</em></span><strong>Wanita yang tidak tau belanja &amp; habisin duit = Keledai<br />
</strong><br />
============ ========= ========= ========= ========= =====</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">KESIMPULAN:<br />
</span></strong><br />
Dari Persamaan 2 dan Persamaan 3 :<br />
Pria yang tidak tau cari duit = Wanita yang tidak tau belanja &amp; habisin duit.</p>
<p>Kata lain :<br />
Pria cari duit AGAR wanita tidak menjadi Keledai ! (Postulat 1)<br />
Dan, Wanita belanja &amp; habisin duit AGAR pria tidak menjadi Keledai !  (Postulat 2)</p>
<p>Jadi, kita sampai pada &#8230;.</p>
<p>Pria + Wanita = Keledai + cari duit + Keledai + belanja &amp; habisin duit<br />
<em><span style="text-decoration:underline;">Maka</span></em> &#8230;. dari Postulat 1 dan 2, kita dapat simpulkan :<br />
</span></div>
<div><span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"><strong>Pria + Wanita = 2 Keledai yang hidup berbahagia selama-lamanya. &#8230;!!!!</strong></span></div>
<div></div>
<div></div>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elzam.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elzam.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elzam.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elzam.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/elzam.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/elzam.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/elzam.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/elzam.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elzam.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elzam.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elzam.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elzam.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elzam.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elzam.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elzam.wordpress.com&amp;blog=5194166&amp;post=16&amp;subd=elzam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elzam.wordpress.com/2008/10/27/matematika-abad-22/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/035ec9b57eaca5c62de62bd9b4fa991f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">elzam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jakarta Oh Jakarta&#8230;.</title>
		<link>http://elzam.wordpress.com/2008/10/20/jakarta-oh-jakarta/</link>
		<comments>http://elzam.wordpress.com/2008/10/20/jakarta-oh-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2008 06:30:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>elzam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elzam.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Sebulan lebih saya menjadi bagian dari kompleksitas Jakarta. Kota Megapolitan &#8211;tak lagi metropolitan, seperti dulu&#8211; yang menawarkan apa pun mimpi orang Indonesia di sudut lain. Menjejakkan kaki di Jakarta saya benci pada kepongahannya. Siapa bilang Jakarta indah? Ketika keluar dari Bandara Sukarno Hatta 5 September 2008 lalu saya disergap panas yang menyala-nyala. Bengkulu cukup panas, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elzam.wordpress.com&amp;blog=5194166&amp;post=4&amp;subd=elzam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebulan lebih saya menjadi bagian dari kompleksitas Jakarta. Kota Megapolitan &#8211;tak lagi metropolitan, seperti dulu&#8211; yang menawarkan apa pun mimpi orang Indonesia di sudut lain. Menjejakkan kaki di Jakarta saya benci pada kepongahannya.</p>
<p>Siapa bilang Jakarta indah? Ketika keluar dari Bandara Sukarno Hatta 5 September 2008 lalu saya disergap panas yang menyala-nyala. Bengkulu cukup panas, tapi lebih panas Jakarta yang tak menyisakan hijau, kecuali dengan sedikit paksaan di beberapa sudut yg nampak sekilas. Lalu, apakah saya masih bisa mengagumi keindahan Jakarta dengan melihat <em>slum area</em> yang bertumpuk-tumpuk di bawah jembatan layang, tol, jembatan, bantaran kali&#8230;</p>
<p>Saya juga sangat tidak suka bus, angkot, bajaj dan semua yang angkutan yang tidak ber-AC. Bukan karena sombong, banyak uang atau tak simpati pada kerja keras sopirnya. Sangat tidak nyaman karena saya cepat sekali merasa gerah dan keringatan. Belum lagi sensasi aneh yang membuat saya kepengen muntah dengan aneka aroma.</p>
<p>Bicara muntah, saya trauma melihat tikus-tikus di Jakarta. Mengerikan sekaligus menjijikan. Dengan tubuh seukuran anak kucing, penampilan dekil, hitam dan biasanya sedikit basah membuat saya beberapa kali muntah. Seringkali saya temui ketika melintasi gang menuju kost-an saya, taman-taman kota dan jalan umum lainnya. Selokan dan air kali di Jakarta juga membuat saya selalu tak tega melihatnya. Benar-benar membuat mual. Tapi saya akan terus bergelut dengan semua itu, karena saya kini berada di Jakarta, menggapai mimpi.</p>
<p>Lantas, saya juga tidak begitu suka dengan pengemis, gelandangan, tunawisma, banci, pengamen&#8230; Tidak adil memang tidak menyukai keberadaan mereka, karena mereka (juga) berhak untuk hidup.</p>
<p>Lantas apa yang saya inginkan saat ini di Jakarta? Hehehe, sebenarnya saya suka transportasi yang merakyat, cuma mau bagaimana lagi&#8230; Saya menginginkan sekali punya mobil pribadi (ber-AC tentunya) untuk pergi ke mana saja di Jakarta. Bukan soal gengsi, tapi naik mobil dengan nyaman, tidak gerah, tidak ke-bau-an, tidak berdesak-desak dan tidak musti berdiri kalau kehabisan bangku adalah sebuah kebutuhan.</p>
<p>Sepertinya nyaman sekali ya? Meski juga saya sangat tidak menyukai macet yang membuat kepala berdenyut-denyut. Ah, apa saya mesti punya busway pribadi?</p>
<p>Lewat tulisan ini, saya egois sekali nampaknya!</p>
<p>Jakarta Oh Jakarta&#8230;</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elzam.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elzam.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elzam.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elzam.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/elzam.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/elzam.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/elzam.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/elzam.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elzam.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elzam.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elzam.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elzam.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elzam.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elzam.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elzam.wordpress.com&amp;blog=5194166&amp;post=4&amp;subd=elzam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elzam.wordpress.com/2008/10/20/jakarta-oh-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/035ec9b57eaca5c62de62bd9b4fa991f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">elzam</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
